I can’t hold it anymore
Saat gue berusaha sekuat tenaga untuk menutup mata rapat-rapat dan berharap gue nggak melihat kejadian yang nggak gue inginkan, tiba-tiba saja ada yang mengagetkan gue sehingga tanpa sengaja mata gue terbuka dan melihat semua kejadian menyebalkan itu.
Saat gue berusaha menyumpal telinga gue dengan kapas agar gue nggak mendengar berita tidak menyenangkan yang bisa membuat hati gue menjadi panas, tiba-tiba ada saja yang berteriak tepat di depan telinga gue sehingga gumpalan kapas itu tak ada artinya lagi.
Saat mata tak dapat berpura-pura tertutup dan saat telinga tak dapat berpura-pura untuk tidak mendengarkan, akhirnya gue memutuskan untuk berusaha untuk tidak peduli dengan keadaan sekitar. Tapi ternyata hal ini juga gagal gue lakukan. Gue terus menerus dicecar dengan kabar berita yang membuat gue muak, kesal, marah, dan kecewa.
Sampai pada akhirnya, gue mencapai titik saturasi gue dimana gue tidak bisa mendekap semua ini hanya untuk diri gue sendiri. Akhirnya semua kekesalan itu terlontar tanpa terkendali. Gue membahayakan diri gue sendiri? Bisa jadi. Tapi gue sudah nggak bisa menahan semua kekesalan ini. Semuanya mengalir dan meledak begitu saja.
Tapi, kenapa gue belum juga merasa lega ?
December 28, 2011 at 8:18 am
sepertinya saia melewatkan sesuatu..tapi smoga semua masih dalam keadaan ‘aman’..
December 29, 2011 at 8:59 pm
aman…
thats only me and my grumpiness
December 29, 2011 at 12:49 pm
#pukpuk
December 29, 2011 at 9:00 pm
thx
January 3, 2012 at 10:21 am
Wah kalo lo ngamuk gak cuma membahayakan diri lo tapi juga orang2 di sekitar lo… wekekek…piss…
January 10, 2012 at 9:11 am
wah saya melewatkan sesuatu nih nad. bagitulah realita yg ada nad. Tetap semangat nad ^_^
January 24, 2012 at 5:11 pm
Naddd…wah ketinggalan berita juga nihhh…kenapa2 nadiaaa? cuma bisa bilang “sabarr” yaa…
February 4, 2012 at 11:30 am
thx