Last day in Singapore (Day 3)

Hari ini adalah hari terakhir gue traveling di Singapura, berarti juga menandakan bahwa ini hari terakhir gue cuti. Ah… malas banget rasanya ngebayangin harus masuk kerja lagi. Gue rencananya akan pulang ke Jakarta dengan pesawat malam. Jam 20.50 take off nya. Ya biar aman, rencananya sih gue jam enam-an udah ada di Changi, biar tenang.

Pagi ini masih ada beberapa tempat yang ingin gue kunjungi dan beli cokelat titipan kakak gue. Oh ya, hari ini ternyata ada 2 orang baru di kamar gue, ternyata dari Bengkulu, Indonesia juga. Kami sarapan bareng sambil ngobrol-ngobrol. Hari ini juga hari terakhir mereka di Singapura, tadinya sih mau jalan bareng, tapi ternyata tempat yang mau mereka datengin justru yang kemaren sudah gue datengin. Ya sud, gue jalan sendirian lagi aja deh :D

Jam 8 pagi teng gue bersiap kelayapan lagi. Peraturan hostel, gue paling lambat check out jam 11 siang, tapi gue masih diperbolehkan untuk nitip tas gue disana sampe sore hari. Daripada gue kliling dengan ransel yang lumayan berat, mending gue titip aja deh dulu disini.

Hari ini gue awali dengan pergi ke St. Andrew’s Cathedral. Biasa, pake MRT lagi. Kayaknya gue kecanduan deh pake transportasi ini. Abis bersih dan cepet. Sampe-sampe gue nggak nyobain naik bis deh.

Gue turun si stasiun City Hall (NS 25 / EW 13). Dari sana keluar ke arah Stamford Road, terus ke St. Andrew’s Road. Di jalan ini lah Gereja itu berada. Gue cuma melihat-lihat gereja ini dari luar nya aja, karena kebetulan pas gue kesana, lagi rame banget. Kayaknya sih ada kunjungan anak-anak sekolah kecil micil gitu. Bangunannya bagus, tapi memang nggak sebesar gereja katedral di Jakarta. Halamannya luas dan masih banyak tanaman di halamannya. Dan yang pasti, bersih.

Gereja St. Andrew tampak luar

Keliling-keliling melihat arsitektur bangunannya, kemudian gue melewati City Hall dan The padang yang terlihat sepeti lapangan bola kalau buat gue. Menyebrangi The Padang, gue tiba di Cenotaph. Cenotaph ini merupakan monument yang dibangun guna memperingati para prajurit yang gugur dalam perang dunia I dan perang dunia II.

Cenotaph

Gue lihat jam tangan dan ternyata waktu sudah menunjukkan jam 10.00. Gue memutuskan untuk kembali ke stasiun MRT untuk menuju ke Lucky Plaza yang ada di Orchard Road untuk membeli cokelat titipan kakak gue. Abis kata resepsionis hostel, tempat cokelat yang enak ada nya disana.

Setibanya gue di stasiun MRT Orchard, gue langsung mencari keberadaan Lucky Plaza. Untung kemaren udah kesini, jadi nggak buta-buta amat deh. Ketemu Lucky Plaza, dan kemudian gue langsung mencari toko cokelat yang ada disana. Ketemu. Toko cokelat nya bernama Choc Spot. Nggak gede sih tokonya, kecil malah. Tapi koleksi jenis cokelatnya cukup banyak kalau menurut gue. Dan harganya sih nggak mahal kalau menurut gue pribadi. Gue pun langsung memilih yang gue mau. Sebenernya sih pengen bawa semuanya, tapi nggak mungkin juga lah. Secara budget limited, dan juga gue nggak mau kalau bawaan gue melebihi kapasitas ransel gue.

Setelah selesai, gue pun memutuskan untuk kembali ke hostel untuk mengambil ransel yang gue titipkan disana.

Setibanya gue di MRT Bugis, gue baru sadar, ternyata gue menginap di area Bugis, tapi gue belum mengunjungi bugis Street. Akhirnya gue menuju Bugis Street yang terkenal dengan oleh-oleh murahnya. Setibanya disana, ya ampun… ruamme banget dan pasar tradisional banget. Bermacam makanan, minuman, baju, aksesoris, cemilan, sampai sex toys dijual disana. Gantungan kunci dan bermacam aksesoris untuk souvenir tersedia disana. Pajangan-pajangan lucu-lucu pun ada disana. Gue keliling Bugis Street ddan menikmati keriuhan disana. Seneng ngeliat orang-orang pada belanja dengan semangat 45 :D

Dari Bugis Street gue melewati Fu Lu Shou Complex yang merupakan komplek pertokoan gitu deh. Tapi jujur, gue nggak suka berada disana. Bau hio terlalu menyengat disana. Gue pun nggak berkeliling area itu karena nggak sanggup menghirup aromanya. Kemudian gue menuju Bugis Junction. Ternyata disana ya sama aja lah hawa nya kayak kalau gue masuk Metro di Pondok Indah Mall.

Dari Bugis junction gue kembali ke hostel untuk mengambil ransel yang tadi masih gue tinggalkan disana.

Krucuk… krucuk… perut gue berbunyi nyaring banget. Gue baru inget, ternyata gue belum makan siang. Setelah ngambil ransel, akhirnya gue berniat mencari makan di dekat hostel. Pilihat akhirnya jatuh ke Café Kampong Glam. Warung tenda sih sebenernya. Warung tenda ini berada di sudut jalan di wilayah Kampong Glam. Dan kalau lagi tepat jam makan, disini ramai banget. Antriannya puanjangggg. Disini akhirnya gue menemukan nasi setelah kemaren seharian gue nggak ketemu nasi. Gue akhirnya makan nasi, telor dadar, udang balado, dan tumis buncis. Untuk minum gue memesan ice tea, tapi ternyata yang datang bukan es teh tawar, yang datang adalah es teh tarik. Ternyata kayaknya disini memang nggak ada es teh tawar deh.

Makan di tikungan jalan :D

Back to Nasi... ;)

Ternyata makanan disini uenakk… sukaa…. Udang baladonya guedde-guedde, dan rasanya hmmm yummy banget. Kuenyyang banget gue makan disini, apalagi minumnya es teh tarik pula, kenyangnya jadi double deh ;)

Perut udah full, saatnya menuju Changi Airport. Lebih baik kecepetan dari pada terlambat, ucap gue dalam hati.

Akhirnya jam 17.30 gue udah nyampe di Changi Airport. Gue bergerak menuju ke terminal 1. Gue mencari terminal keberangkatan. Gue menuju check-in hall yang ternyata sumpah, gede dan hectic banget. Counter check-in untuk berbagai nama maskapai hadir disana. Gue aja rada kebingungan buat nyari tempat check-in untuk maskapai yang gue pake. Ketemu tempat check-in nya. Terus gue cetak boarding pass gue. Kemudian cek dokumen dan selesai. Cepet karena memang gue nggak ada bagasi, jadi nggak repot antri lagi dibagian bagasi deh. Gue keliling sebentar disana. Ada tempat makan dan beberapa coffee shop. Tapi kok cuma segini doang tempat nongkrongnya. Kalau baca info dari orang-orang, katanya nggak akan bosan nunggu lama dibandara Changi karena banyak tempat nongkrong dan muter-muter. Tapi kok gue nggak nemu ya? Apa gue salah tempat. Ah sudah lah, akhirnya gue memutuskan untuk mencari gate tempat berangkat pesawat yang akan gue naiki. Gue melalui pintu scan, dan menuju ke petugas imigrasi. Sobekan kartu imigrasi yang gue terima saat kedatangan kemaren diambil, dan paspor gue pun di cek. Lolos dari sana, jrenggg… gue totally shock ngeliat pemandangan yang terpampang di depan gue. Ini bandara apa mall? Gue berucap dalam hati. Ya ampun… ternyata bagian shopping area nya berada setelah kita melewati petugas imigrasi, sangkain gue justru sebelumnya.

Di dalam sana berserakan duty free shop yang menjual banyak macam barang, mulai dari baju bermerek, sepatu, sampai minuman beralkohol. Banyak juga toko cokelat yang guede disini, tapi harganya lebih mahal pastinya. Gue menuju ke lantai dua dan penasaran apalagi yang akan gue lihat disana. Ternyata di lantai 2 terdapat food court yang buka 24 jam yang menjual berbagai jenis makanan. Di bandara ini juga tersedia cukup banyak spot yang menyediakan PC untuk bisa internetan gratis. Kecepatannya pun bagus. Setiap kali login, pengguna diberi waktu 15-20 menit (lupa gue persisnya berapa menit). Jadi kalau waktunya habis, langsung log out otomatis. Tujuannya sih biar pengguna nggak lupa diri dan tahu bahwa masih ada orang lain di belakangnya yang juga ingin menggunakan fasilitas tersebut.

Selain tempat internetan gratis, disini juga terdapat tempat untuk nonton tv sesuai dengan selera masing-masing. Disana disediakan sekitar 6-8 LCD TV dengan ukuran yang cukup besar disertai sofa berjajar seperti tempat duduk didalam studio di bioskop.

Selain internetan dan nonton tv gratis, disana juga disediakan banyak sofa untuk sekedar duduk-duduk santai dan meregangkan tubuh. Sofanya empuk dan nyaman. Terus ada juga big hall untuk melihat tempat parker pesawat. What a nice view.

Legaaa...

Keliling-keliling di sini nggak terasa ternyata waktu sudah sudah menunjukkan tepat jam 8 malam. Gue lihat di layar informasi penerbangan, gate untuk penerbangan gue ternyata sudah dibuka. Ya sudah gue beranjak ke gate untuk menunggu boarding. Ternyata lumayan juga ya jalan dari tempat gue duduk-duduk tadi ke gate keberangkatannya.  Gue ke toilet dulu sebelum masuk ke gate. OMG, sekali lagi gue dibuat kagum dengan kebersihan yang ada di Negara ini. Toiletnya bersih dan wangiiii…. Setiap kali ada orang keluar dari salah satu bilik di toilet itu, sang petugas kebersihan langsung masuk kesana dan ngebersihin untuk digunakan lagi oleh orang berikutnya.

Gue masuk ke gate, dan ternyata flight gue terlambat 15 menit. Ya sudah lah, jadi nunggu lamaan dikit deh.

Pesawat datang, boarding, dan bersiap untuk kembali ke Jakarta.

Tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Gue langsung bergegas menuju imigrasi. Gue terburu-buru karena gue berencana untuk naik bis DAMRI dari bandara. Bis DAMRI yang gue tahu terakhir berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta jam 11 malam, dan sekarang jam tangan gue udah menunjukkan jam 22.45.

Tiba di bagian imigrasi, ternyata Shoot!!! Antriannya panjang. Jadilah gue deg-deg an dan afraid nggak dapet bis lagi. Jam 23.05 akhirnya gue keluar dari imigrasi sambil masih berharap kali aja masih ada bis yang tersisa. Separuh berlari gue menuju tempat bis biasa berhenti. Gue tanya sama petugas disana, apa bis yang ke arah lebak bulus atau blok m masih ada. Ternyata gue menerima kabar baik dari si petugas, bis ke blok m masih ada. Untung lah…

Memang sih akan lebih dekat ke rumah gue kalau bis nya sampai lebak bulus, tapi karena bis yang kesana sudah habis, ya sudah yang ke blok m juga gak pa pa, yang penting masih ada. Dari pada gue harus naik taksi dari bandara ke rumah kan bangkrut juga, hehe.

So, itulah rekap perjalanan gue kali ini. Semoga aja cerita gue bisa bermanfaat. Kalau pun nggak, ya semoga tulisannya bisa dinikmati lah… ;)

4 Responses to “Last day in Singapore (Day 3)”

  1. suka ngebacanya… :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.