Apa ada yang salah ya sama gue? Gue merasa, semakin bertambah usia gue, kenapa justru teman yang benar-benar teman yang gue miliki semakin sedikit jumlahnya. Gue merasa, makin bertambah usia seseorang, mereka makin sibuk dengan urusan hidupnya masing-masing, apalagi jika mereka sudah berkeluarga. Hmm, memang sampai saat ini gue belum berkeluarga seperti sebagian besar teman-teman gue yang rata-rata sudah berkeluarga. Setelah mereka berkeluarga dan mulai menempuh kehidupan yang baru, gue merasa hubungan gue dengan mereka tidak bisa sedekat seperti waktu dulu kami masih sama-sama ’single-fighter’. Gue bisa memahami hal itu. Sangat bisa. Memang terkadang gue merasa sepi dan sendirian, tapi alhamdulillah so far gue masih baik-baik saja. Tapi saat gue bertemu dengan orang-orang baru, dimana berarti pertemanan kami dimulai dengan umur kami saat ini, gue merasa mereka itu berbeda dengan teman-teman gue waktu sekolah dulu. Gue merasa mereka hanya berteman seadanya. Maksud gue, kami tidak terlalu terikat secara emosional. Maksud gue disini, dulu, rata-rata teman-teman gue berada disaat gue susah dan senang, begitu pun gue buat mereka. Tapi, teman-teman baru yang gue temui saat usia segini, kenapa berbeda ya? Maaf, gue harus berkata, beberapa diantara mereka itu palsu. Mereka terkadang terlihat begitu menyukai gue didepan mata gue. Tapi, justru gue mendengar dari orang lain bahwa dia menjelekkan gue dibelakan gue? Memang awalnya gue tidak terlalu memusingkan masalah itu. Tapi kok kelamaan yang berbicara seperti itu bukan hanya 1-2 orang. So, mau gak mau gue mulai mempercayai hal itu. Beberapa teman gue saat ini, menurut gue, membingungkan. Gue merasa, apa yang mereka sampaikan ke gue, terkadang bukan yang mereka maksud. Teman gue yang dulu, jika mereka berkata “tidak” ataupun “iya”, itu semua sesuai dengan kemauan mereka dan apa yang ada di hati mereka. Tapi yang saat ini, terkadang perkataan mereka tidak sesuai dengan apa yang ada di hati mereka. Dan entah kenapa, saat temen gue yang dulu “bullying me because of my body size”, gue tidak merasa tersinggung sedikitpun. Karena gue tahu persis mereka itu memang sedang bercanda, atau justru mengatakan hal itu supaya gue mau diet guna memperbaiki diri gue. Tapi saat teman baru gue yang berbicara mengenai hal itu, entah kenapa, gue merasa diolok-olok dan terasa begitu menyakitkan hati. Ingin rasanya gue membalas dengan berkata : “Emang kalau badan gue gede begini, gue nyusahin lo? gue juga nggak minta makan sama lo!”. tapi gue masih memikirkan perasaan mereka. gue nggak mau membuka perang. Gue mau semuanya baik-baik saja. Tapi kalau mereka terus menerus seperti itu, lama-lama nggak tahan juga gue. Mendingan gue hidup sendiri dan merasa bahagia. daripada gue terlihat memiliki banyak teman, tapi diantara mereka malah justru menyakitkan hati gue dan seringnya membuat dada gue terasa sesak. Apa memang iya, tambah usia, tambah sulit mencari teman yang benar-benar teman?