So, you think you really know me?

Posted in Uncategorized with tags on May 20, 2012 by nadia

Lo sering bilang bahwa lo tau banget tentang gue. Lo ngerti banget tabiat gue. Lo tau banget gue suka apa. Lo tau gue nggak suka apa. Intinya lo seringkali bilang “gue kan tau lo”.

Lo selalu bilang gue cuma contact lo klo lagi bete atau boring aja. Yang lo gak tau adalah, gue berusaha sejarang mungkin untuk ngontact lo karena gue nggak mau lo tau bahwa perasaan gue ke lo udah lebih dari sekedar teman, sedangkan gue tahu persis bahwa lo udah punya sesorang yang memenuhi ruang Di hati lo.

Lo selalu bilang “gue tau lo, jadi lo nggak bisa nyembunyiin apapun dari gue”. Oh ya, tapi apa lo tau bahwa gue mulai nggak suka saat lo bercerita tentang dia yang lo sayang dihadapan gue.

So, do you still think that you really know me?

Friend In Need

Posted in Uncategorized on May 12, 2012 by nadia

Adalah sebuah jargon yang datang dari teman gue.

Awal mula kata-kata ini keluar dari mulut dia adalah saat gue menanyakan bagaimana hubungan dia dengan seseorang yang pernah dia taksir saat kuliah dulu.

Teman gue ini punya labaan waktu kuliah dulu, tapi ya teman gue ini tidak mengusahakan lebih lanjut karena mereka berdua memiliki keyakinan yang berbeda. Akhirnya si cowok (red: temen gue cewek) pernah pacaran dengan orang lain. Tapi tetep temenan sih sama temen gw ini. Nah saat mereka lulus kuliah, si cowok putus dengan pasangannya. Sejak saat itu dia makin sering menghubungi temen gue biar hanya untuk sesuatu yang gak penting. Sampai detik ini pun masih seperti itu. Tapi memang tidak ada apa-apa yang special antara mereka berdua. Mereka hanya berteman, Dan saat butuh temen jalan, ya mereka jalan bareng klo memang keduanya lagi bisa. Dan temen gue pun, biar terlihat masih sedikit menyukai si cowok, dia tahu persis bahwa hubungan ini gak ada masa depannya lah klo dibilang. So, dibatasi sampai hubungan pertemanan saja. Bener-bener hanya buat temen ngobrol, no physical activities yang aneh-aneh kok sepenglihatan gue. And finally saat saya menanyakan “jadi gimana tuh sama si A?”, teman gue menjawab dengan santai menjawab : “yaa friend in need aja lah”.

Gw tertawa mendengar jawabannya. Ya tapi mungkin memang seperti itu adanya. Gue juga gak akan menyalahkan dia atau gimana. Toh keduanya berstatus single. Jadi, ya temen jalan aja.

Setelah mendengar jargon dari teman gue itu, kemudian gue berfikir, sepertinya gue juga sedang merasakan hal yang sama. Lantas, apa gue juga menggunakan kata-kata yang sama ya untuk mendeskripsikan kondisi gue saat ini? :-P
#ahgueniru2aja

Disappointed

Posted in Uncategorized on May 1, 2012 by nadia

Akhirnya gue resmi merasa kecewa.
Kecewa dengan diri gue sendiri yang terlalu percaya kepada orang lain. Percaya bahwa orang yang berkelakuan baik didepan gue adalah benar-benar orang baik. Percaya bahwa orang yang berbicara sependapat dengan gue adalah memang benar berada Di kubu yang sama dengan gue.

Ternyata gue salah!

Gue semakin enggan mendengar perkataan orang. Gue semakin enggan percaya sama orang.
Terlalu sering kecewa. Terlalu sering merasa dibohongi. Terlalu sering merasa tersakiti. Terlalu sering diiming-imingi janji gak jelas.

Saat tingkat kepercayaan mulai menipis

Posted in Uncategorized on April 29, 2012 by nadia

Belakangan ini gue menemukan masalah untuk mempercayai orang lain. Entah gue yang terlalu paranoid untuk dibohongi, disakiti dan ditipu.

Cukup banyak orang disekeliling gue yang menyatakan dia ingin “A”, tapi kenyataannya adalah dia melakukan “B”. Dia memiliki perasaan “C”, tapi dia melakukan “D” yang jelas-jelas bertolak belakang dengan perasaan yang pernah diceritakannya ke gue. Orang berjanji untuk melakukan “E”, tapi dia malah melakukan “F”.
Entah apa yang sebenarnya terjadi.

Gue juga manusia biasa yang mungkin seringkali berbohong. Tapi seinget gue(repeat seinget gue), gue nggak pernah melakukan Hal yang 180 derajat berbeda dengan apa yang pernah gue katakan. Paling mentok juga 90 derajat, hehe ;-)

Gue gak suka dengan top level management Di tempat kerja gue sekarang yang cukup sering menjanjikan sesuatu yang manis, tapi pada realisasinya, sesuatu yang manis itu hanya manis untuk segelintir orang saja. Memang sebuah kepemimpinan sulit untuk berhasil menyenangkan seluruh orang, tapi paling tidak yang merasa senang kan seharusnya lebih banyak dari yang merasa kurang senang. Kok ini malahan sebaliknya.

Gue juga kurang suka dengan beberapa teman Di tempat kerja yang belakangan ini (perasaan dulu gak gini) suka bilang nggak tahu, padahal dia tahu. Bilang dia nggak suka, ternyata dia suka. Bilang dia nggak dapet apa-apa, ternyata dia dapet banyak. And another small lies yang gue ketahui tanpa sengaja, Dan mereka gagal membuat penyangkalan yang masuk akal saat gue langsung bertanya dengan orang yang bersangkutan.

Ada apa ini? Kenapa mesti ditutupi?

Beberapa bilang, it’s a white lie. I just don’t want to hurt you”

Damn!!! Don’t use that excuse. Tahukah, terasa lebih menyakitkan saat mengetahui orang yang lo percaya, orang yang lo anggap benar perkataannya, justru mengatakan hal yang bukan sebenarnya.

Posted in Uncategorized on April 29, 2012 by nadia

Sedari awal sebenarnya aku tahu
Tapi aku pura-pura tidak tahu
Sedari awal aku sudah mempersiapkan diri
Tapi persiapan itu gagal melindungi hati
Melindungi dari rasa cemburu
Melindungi dari rasa sakit
Melindungi dari apa yang namanya patah hati.

Sedari awal sudah dapat melihat
Tapi pura-pura buta dan terus berharap
Sedari awal sudah menyadari ini hanya lelucon
Tapi tetap berharap lelucon bisa menjadi nyata

Sekarang semuanya sudah jelas
Semua rasa harus dihilangkan
Semua asa harus dihanguskan

Hard to understand myself

Posted in Uncategorized on April 22, 2012 by nadia

Kenapa terkadang terasa begitu sulit untuk memetakan perasaan sendiri.
Do I really like him?
Am I just want to be his friend?

Terlepas dari masalah laki-laki itu punya perasaan apa terhadap gue, gue seringkali gagal mengartikan perasaan gue sendiri. Gue bingung dengan apa yang sebenernya gue Mau. Kata salah seorang temen gue : “klo lo suka sama dia, fight for it. Berani dikit lah”. Tapi saat gue mulai memberanikan diri, gue malah kembali bertanya sama diri gue sendiri, “emang gue suka sama dia?” akhirnya mundur lagi lah gue.

Ah… Pusing kepala gue ngadepin diri sendiri. Kok ada ya orang yang nggak ngerti sama perasaan sendiri kayak gue?

Aku lelah berla…

Posted in Uncategorized on March 19, 2012 by nadia

Aku lelah berlari

Aku enggan mencari

Di balik tembok yang runtuh dengan lelehan air mataku

Biarkan aku tak beranjak

Berikan kesempatan aku berdiri disini

 

Kadang berdiam lebih baik dari seribu langkah yang tercipta

Kadang statis lebih menyenangkan,

dibanding berharap sebuah kisah berakhir dramatis

 

(tic toc tic toc: quarter’s life tale, by: Bunga Mega)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.