Belakangan ini gue menemukan masalah untuk mempercayai orang lain. Entah gue yang terlalu paranoid untuk dibohongi, disakiti dan ditipu.
Cukup banyak orang disekeliling gue yang menyatakan dia ingin “A”, tapi kenyataannya adalah dia melakukan “B”. Dia memiliki perasaan “C”, tapi dia melakukan “D” yang jelas-jelas bertolak belakang dengan perasaan yang pernah diceritakannya ke gue. Orang berjanji untuk melakukan “E”, tapi dia malah melakukan “F”.
Entah apa yang sebenarnya terjadi.
Gue juga manusia biasa yang mungkin seringkali berbohong. Tapi seinget gue(repeat seinget gue), gue nggak pernah melakukan Hal yang 180 derajat berbeda dengan apa yang pernah gue katakan. Paling mentok juga 90 derajat, hehe
Gue gak suka dengan top level management Di tempat kerja gue sekarang yang cukup sering menjanjikan sesuatu yang manis, tapi pada realisasinya, sesuatu yang manis itu hanya manis untuk segelintir orang saja. Memang sebuah kepemimpinan sulit untuk berhasil menyenangkan seluruh orang, tapi paling tidak yang merasa senang kan seharusnya lebih banyak dari yang merasa kurang senang. Kok ini malahan sebaliknya.
Gue juga kurang suka dengan beberapa teman Di tempat kerja yang belakangan ini (perasaan dulu gak gini) suka bilang nggak tahu, padahal dia tahu. Bilang dia nggak suka, ternyata dia suka. Bilang dia nggak dapet apa-apa, ternyata dia dapet banyak. And another small lies yang gue ketahui tanpa sengaja, Dan mereka gagal membuat penyangkalan yang masuk akal saat gue langsung bertanya dengan orang yang bersangkutan.
Ada apa ini? Kenapa mesti ditutupi?
Beberapa bilang, it’s a white lie. I just don’t want to hurt you”
Damn!!! Don’t use that excuse. Tahukah, terasa lebih menyakitkan saat mengetahui orang yang lo percaya, orang yang lo anggap benar perkataannya, justru mengatakan hal yang bukan sebenarnya.